Mimbar Jum'at HAMPARAN GUNUNG-GUNUNG


Oleh Ustadz FAHRURROZI nasution. SE

Firman Allah Subhana WaTa’ala :

وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

Artinya : “Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka…” (QS Al-Anbiya, 21:31)

Keindahan negri ini begitu menawan, negeri penuh pesona dengan deretan  gugusan pulau yang terletak pada posisi yang strategis. Secara geografis kepulauan Nusantara diapit oleh dua benua Asia dan Australia dan dialiri oleh deburan ombak dari dua samudera Hindia dan Pasifik. 

Letak gegrafis gugusan pulau tersebut menyebabkan kepulauan Nusantara memiliki banyak gunung api aktif yang merupakan lingkaran cincin api pasifik. Kawasan seperti ini senantiasa menjadi labil, sering mengalami gempa tektonik dan vulkanik. 

Menurut para ilmuan, terciptanya gunung, karena adanya suatu pergerakan bumi dan tumbukan tanah serta lempengan-lempengan bawah bumi yang membentuk kerak bumi secara terus menerus dalam waktu yang sangat lama. 

Namun Al-Qur’an menjelaskan tentang alam semesta, salah satu isi yang di maksud adalah gunung sebagai pasak-pasak bumi.

Firman Allah Subhana WaTa’ala :

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا وَّالۡجِبَالَ اَوۡتَادًا

Artinya :Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak? (QS An Naba', 78: 6-7)

Al Qur’an juga memberikan informasi kepada kita fungsi geologis penting dari kehadiran berbagai gunung yang mengelilingi negri ini. Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat ini, bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi.

Firman Allah Subhana WaTa’ala :

وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَارًا وَسُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Artinya : Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk. (QS An Nahl, 16:15)

Sesungguhnya gunung berapi senantiasa memberikan pesonanya tiadatara, namun keganasan gunung berapi dibalut oleh keindahan, kesejukan dan ketenangannnya.  Kekuatannya yang dahsyat tersimpan jauh berada di dalam perut bumi. Ketika ia menampakan keganasannya, batuan cair, puing-puing berhamburan, gas beracun dikeluarkan dari perut bumi, pada saat itulah kita dibuat takjub dan takut dengan kekuatannya yang super dahsyat tersebut. 

Firman Allah Subhana WaTa’ala :

اَلَمْ تَرَ اَنَّ  اللّٰهَ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً   ۚ  فَاَخْرَجْنَا بِهٖ ثَمَرٰتٍ مُّخْتَلِفًا  اَلْوَانُهَا ۗ  وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌۢ بِيْضٌ وَّحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ  اَلْوَانُهَا وَغَرَابِيْبُ سُوْدٌ

Artinya : "Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat." (QS. Fatir, 35: 27)

Para fisikawan meneliti kandungan apa yang terdapat dalam bermacam-macam warna yang terdapat pada gunung. Ternyata, warna gunung yang bermacam-macam itu disebabkan perbedaan materi yang dikandung oleh bebatuannya. 

Jika materinya besi, maka warna dominannya adalah merah; jika materinya batubara, maka warna dominannya adalah hitam; jika materinya perunggu, maka warna gunung tersebut berwarna kehijau-hijauan.

Gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi sebagai pasak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, Allah SWT memancangkan gunung dikerak bumi untuk mencegah  terombang-ambing di atas lapisan magma diantara lempengan-lempengannya.

Para ahli geologi telah lama meneliti fungsi gunung sebagai pondasi penguat permukaan bumi.  Adalah Profesor Emeritus Frank Press dari Washington, Amerika Serikat (AS), salah seorang Geolog yang mengkaji tentang gunung sebagai sebagai pasak bumi.

Penasihat bidang ilmu pengetahuan di era kepemimpinan Presiden AS Jimmy Carter itu sempat menulis buku berjudul "The mountains, like pegs, have deep roots embedded in the ground.” Lewat buku "Gunung, seperti pasak, berakar di dalam tanah" itu, Press mengungkapkan apabila gunung dibelah berbentuk irisan maka akan terlihat akar atau alur bersama lava yang mengikat kuat didasar tanah.

Firman Allah Subhana WaTa’ala :

يَوْمَ تَرْجُفُ الْاَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيْبًا مَّهِيْلًا

Artinya: (Ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras, dan menjadilah gunung-gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan.(QS Al Muzammil, 73:14)

Dinegri ini terdapat 4 gunung berapi super dahsyat yang pernah menggunjang dunia, yakni; gunung Tambora tahun 1815 yang diberi gelar Pompeii dari Timur, gunung Krakatau yang meletus ditahun 1883, Gunung Samalas di Lombok meletus ditahun 1257 dan gunung Toba meletus sekitar 70 ribu tahun yang lalu. 

Sungguh menakutkan, kita tidak tahu bagaimana sesungguhnya yang akan terjadi bila semua gunung-gunung sebagai pasak bumi meletus secara serentak. 

Menjadi i’tibar bagi kita bagaimana Allah menstabilkan bumi dengan hamparan gunung-gunung, semoga pesona alam ini, melunakan kerasnya hati dari petunjuk dan hidayah-Nya, menjadikan kita hamba yang banyak bersyukur.( red) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama