Oleh Ustadz. Fahrurrozi Nasution. SE
Medan. LensaBidk. Com
Allah SWT berfirman:
وْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍوَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِ فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا الْعَقَبَةُ فَكُّ رَقَبَةٍوْ اِطْعٰمٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍ يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍ ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ
وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا هُمْ اَصْحٰبُ الْمَشْئَـمَةِ عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌ
Artinya : “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) Ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar? Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir. Dan dia termasuk orang-orang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan salingberpesan untuk berkasih sayang Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan” (QS Al-Balad (90) 10 -18)
Sesungguhnya apabila seorang hamba memiliki rasa peduli dan rasa kemanusiaan terhadap sesama, maka Allah SWT menjanjikan kemudahan dan pertolongan untuknya kelak di akhirat.
Rasa peduli begitu berarti bagi setiap hamba, berangkat dari sikap peduli akan melahirkan sikap penolong dan keikhlasan.
Kepedulian sosial dalam Islam merupakan manifestasi akhlak dan bagian dari ketakwaan seorang Muslim.
Rasulullah SAW bersabda :
من نفس عن مؤمن كربة من كرب االدنيا نفس الله عنه كربة من كرب يوم القيامة
Artinya: “Barang siapa yang melepaskan seorang Muslim dari satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan di dunia, niscaya Allah melepaskannya dari kesulitan-kesulitan hari Kiamat,” (HR Abu Hurairah)
Sesunggunya Islam merupakan agama yang memberikan perhatian pada keseimbangan hidup antara dunia dan akhirat, antara hubungan manusia dengan Tuhan, antara hubungan manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam.
Hadits Rasulullah SAW:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَ نَفَّسَ اللهُ عَنْ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَاكَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيْهِ. (أخرجه مسلم)
Artinya : “Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa melepasakan dari seorang muslim satu kesusahan dari sebagian kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepasakan kesusahannya dari sebagian kesusahan hari kiamat, dan barangsiapa memberi kelonggaran dari orang yang susah, niscaya Allah akan memberi kelonggaran baginya di dunia dan akhirat, dan barangsiapa menutupi aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi aib dia didunia dan akhirat, Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699)
Membantu melepaskan kesulitan seseorang tak selalu harus dengan gerakan besar yang dapat berefek luas, asalkan diniatkan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, perbuatan itu sudah masuk kategori melepaskan kesulitan orang lain.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَا لَّذِيْنَ تَبَوَّؤُ الدَّا رَ وَا لْاِ يْمَا نَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّوْنَ مَنْ هَا جَرَ اِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُوْنَ فِيْ صُدُوْرِهِمْ حَا جَةً مِّمَّاۤ اُوْتُوْا وَيُـؤْثِرُوْنَ عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَا نَ بِهِمْ خَصَا صَةٌ ۗ وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَـفْسِهٖ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Artinya : "Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin) atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Al-Hasyr 59: 9)
Inilah jalinan persaudaraan yang telah dicontohkan oleh kaum pendahulu kita yang saleh. Tatkala rasa kikir telah tercabut dari dalam hati mereka. Sehingga mereka tidak segan-segan untuk lebih mendahulukan kepentingan saudaranya daripada kepentingan dirinya sendiri. Allah mengabadikan keteladanan mereka dalam kitab-Nya
Membantu kesulitan saudara ataupun kerabat, teman, yang sedang dirundung krisis keuangan juga bisa dikategorikan sebagai sikap peduli terhadap sesama.
Allah SWT menghargai mereka yang melaksanakan amal sosial dalam konteks kepedulian sosial sebagaimana juga Allah sangat mengecam mereka yang tidak mempunyai rasa kepedulian sosial.
Di saat kondisi seperti saat ini, banyak saudara-saudara kita terkena bencana banjir, gempa, tanah longsor sesungguhnya sebuah ladang jihad menanti uluran tangan kita.
Semoga kita termasuk golongan orang-orang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Orang-orang yang ditolong Allah SWT baik dunia maupun akhirat. (red)