Mimbar Jumat 13 Januari 2023
Firman Allah Subhana Wa Ta’ala :
يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي
Artinya : “Dia mengatakan, ‘Alangkah baiknya andaikan aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini”. (QS. Al-Fajr 89:24)
Sesungguhnya seringkali kita menyesali prilaku buruk dimasa lalu. Kelak bila tidak bersegera taubat ia akan berkata, “kenapa sianu yang buruk akhlaknya menjadi teman akrabku, kenapa orang-orang beriman malah kubenci“. Disaat itu penyesalan datang, ”andaikan aku tidak menjadikan sianu teman akrabku, tentu aku dapat menjadi orang baik saat ini”.
Firman Allah Subhana Wa Ta’ala :
يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً
Artinya : “Kecelakaan besarlah bagiku; andaikan aku (dahulu) tidak menjadikan si dia itu teman akrab-(ku).” (QS. Al-Furqan 25:28)
Penyesalan memberikan pembelajaran, kesalahan masa lalu jangan sampai terulang kembali. Namun, jangan sampai penyesalan itu melarutkan fikiran sehingga membuat kita semakin panik.
Firman Allah Subhana Wa Ta’ala :
لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً
Artinya : “Sesungguhnya dia telah menyesatkanku dari Al-Quran ketika Al-Quran itu telah datang kepadaku. Setan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqan 25:29)
Sesungguhnya penyesalan bila ia tidak segera diperbaiki dengan tobat yang sebenarnya kelak akan dibukakan buku catatan dalam lembaran-lembaran perjalanan semasa hidup setiap hamba.
Firman Allah Subhana Wa Ta’ala :
وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
Artinya : Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun". (QS Al-Kahf 18:49)
Sebelum semuanya terlambat tentunya perlu untuk memperbaiki kesalahan masa lalu, bersegera memohon ampunan Allah SWT, perbaiki diri dengan meningkatkan amal shalih, banyak bersedekah, memperbanyak berbuat kebaikan, dan menjalin silaturahmi.
Sesungguhnya tiba saatnya, di mana lisan tak kuasa lagi bicara, tak mampu memungkiri kemaksiatan yang pernah dilakukan. Dan seluruh tubuh tak lagi berpihak pada keinginan manusia, tapi menurut dan taat kepada perintah Rabbnya.
Firman Allah Subhana Wa Ta’ala :
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٦۵)
Artinya : “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan tangan-tangan mereka berkata kepada Kami dan kaki-kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang telah mereka usahakan”. (QS Yasin 36:65)
Ibnu Katsier rahimahullah menjelaskan tentang ayat ini, “ Ini adalah kondisi orang-orang kafir dan orang-orang munafik pada hari kiamat ketika mereka mengingkari perilaku buruk yang mereka lakukan di dunia serta bersumpah dengan apa yang telah mereka lakukan. Lalu Allah menutup lisan-lisan mereka, sedangkan anggota tubuh mereka berbicara tentang apa yang sudah mereka perbuat.”
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, “Suatu kali kami berada di sisi Rasulullah lalu tiba-tiba beliau tertawa, kemudian bersabda, “Tahukah kalian apa yang menyebabkan aku tertawa?” Kami menjawab, “ Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Lalu beliau bersabda,
مِنْ مُخَاطَبَةِ الْعَبْدِ رَبَّهُ يَقُولُ يَا رَبِّ أَلَمْ تُجِرْنِي مِنْ الظُّلْمِ قَالَ يَقُولُ بَلَى قَالَ فَيَقُولُ فَإِنِّي لَا أُجِيزُ عَلَى نَفْسِي إِلَّا شَاهِدًا مِنِّي قَالَ فَيَقُولُ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ شَهِيدًا وَبِالْكِرَامِ الْكَاتِبِينَ شُهُودًا
Artinya :
“Aku tertawa karena ada percakapan hamba terhadap Rabbnya, hamba itu berkata, “Wahai Rabbku! Bukankah engkau akan menjatuhkan hukuman kepadaku lantaran kedzaliman? Allah menjawab, “Ya tentu.” Rasul melanjutkan sabdanya,
lalu hamba itu berkata, “Kalau begitu aku tidak mau diberi sangsi kecuali ada saksi dari diriku sendiri, lalu Allah berfirman, “Cukuplah dirimu pada hari ini menjadi saksi atas dirimu sendiri, dan para Malaikat pencatat juga menjadi saksi.
”Lalu dikuncilah mulutnya kemudian dikatakan kepada anggota-anggota badannya, bicaralah kamu! Lalu anggota-anggota badan itu menceritakan tentang amal perbuatannya. Kemudian ketika dia dibebaskan dan bisa bicara lagi, ia berkata, “Celakalah kalian, padahal untuk kalianlah aku membela dan membantah.” (HR Muslim)
Jangan lagi menunda taubat, manfaatkan sehatmu sebelum sakitmu, beramalah diwaktu pagi sebelum petang, manfaatkan hidupmu sebelum datang ajalmu.
Bergegaslah karena waktu itu sangat singkat, dunia bukan negri kekekalan, dunia hanyalah persinggahan. Jadikan penyesalan sebagai motivasi perbaikan diri dalam mendapatkan ampunan. Red